Galaxy A7 – Teknologi Hybrid Baru Geely Tembus 2.600 Km, Ini Rahasia Mesinnya!

galaxy a7

Written by

in

mstsgmo – Kalau beberapa tahun lalu mobil hybrid dianggap cuma sebagai “jembatan” sebelum era mobil listrik, sekarang ceritanya mulai berubah. Teknologi hybrid justru lagi menunjukkan kalau mesin bensin belum benar-benar habis masa kejayaannya. Bahkan, dengan kombinasi mesin konvensional, motor listrik, baterai pintar, dan kecerdasan buatan, mobil hybrid generasi terbaru mulai mencetak angka yang sebelumnya terdengar mustahil.

Salah satu yang paling bikin dunia otomotif melongo datang dari Geely. Pabrikan asal China tersebut sukses mencatatkan rekor Guinness World Records melalui sedan plug-in hybrid Geely Galaxy A7 EM yang mampu menempuh 2.608,36 kilometer hanya dengan satu tangki bahan bakar dan satu kali pengisian baterai penuh, tanpa mengisi ulang energi selama perjalanan. Rekor ini mengalahkan pencapaian sebelumnya milik Chery Fulwin A8L yang berhenti di angka 2.369,95 kilometer.

Angka itu jelas bikin banyak orang bertanya-tanya. Gimana mungkin sebuah mobil hybrid bisa berjalan sejauh itu? Bahkan banyak mobil bensin murni saja belum tentu mampu mencapai 1.000 kilometer dalam satu tangki.

Jawabannya ternyata bukan sekadar soal tangki bensin yang lebih besar atau baterai yang lebih banyak. Di balik rekor tersebut ada teknologi baru bernama Thor AI Hybrid 2.0, sebuah sistem hybrid yang menggabungkan efisiensi mesin, kecerdasan buatan, motor listrik, hingga sistem manajemen energi yang bekerja secara real time.

Kalau dulu perang teknologi otomotif identik dengan adu tenaga mesin, sekarang perang sesungguhnya justru terjadi di balik software. Mobil yang paling pintar mengatur energi akan menjadi pemenangnya.

Geely Galaxy A7 EM Pecahkan Rekor Dunia 2.608 Kilometer

Rekor yang dibuat Geely bukan berasal dari simulasi laboratorium ataupun klaim brosur pemasaran.

Pengujian dilakukan langsung di bawah pengawasan Guinness World Records selama lima hari berturut-turut. Mobil melintasi empat provinsi di China, yakni Yunnan, Guizhou, Guangxi, dan Guangdong dengan kondisi jalan yang jauh dari kata ideal.

Sepanjang perjalanan, sedan hybrid tersebut melewati tanjakan panjang, jalan pegunungan, terowongan, lalu lintas padat, hingga jalan nasional yang dipenuhi berbagai kondisi berkendara. Selama pengujian tidak ada pengisian ulang bensin maupun baterai sehingga seluruh energi benar-benar berasal dari satu tangki bahan bakar dan satu kali pengisian baterai penuh sebelum perjalanan dimulai.

Hal yang menarik, angka 2.608,36 kilometer sebenarnya jauh melampaui klaim resmi mobil tersebut.

Secara spesifikasi, Geely Galaxy A7 EM memiliki estimasi jarak tempuh gabungan sekitar 2.100 hingga 2.150 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Namun pada uji nyata yang diawasi Guinness, mobil tersebut mampu melampaui angka resmi lebih dari 450 kilometer.

Artinya, bukan hanya teknologi mesinnya yang efisien, tetapi strategi pengelolaan energi kendaraan juga bekerja sangat efektif sepanjang perjalanan.

Thor AI Hybrid 2.0, Otak di Balik Mobil Hybrid Geely Galaxy A7

Kalau biasanya orang membicarakan mobil hybrid hanya dari sisi mesin dan baterai, Geely Galaxy A7 EM-i PHEV mencoba membawa pendekatan yang berbeda.

Mereka menyebut sistem terbarunya sebagai Thor AI Hybrid 2.0.

Nama “AI” bukan sekadar tempelan marketing. Sistem ini memang menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menentukan kapan mesin bensin harus bekerja, kapan motor listrik mengambil alih, kapan baterai perlu diisi, hingga kapan tenaga dari pengereman regeneratif disimpan kembali ke baterai.

Dengan kata lain, pengemudi tidak perlu berpikir soal distribusi tenaga.

Mobil akan menghitung semuanya sendiri.

Di balik sistem tersebut terdapat mesin bensin empat silinder 1.500 cc naturally aspirated yang dirancang khusus untuk kebutuhan hybrid. Mesin Galaxy A7 ini bukan dibuat untuk menghasilkan tenaga sebesar mungkin, melainkan untuk bekerja pada titik efisiensi terbaik hampir sepanjang waktu.

Inilah filosofi baru dunia hybrid.

Mesin tidak lagi harus selalu menjadi sumber tenaga utama.

Tugasnya berubah menjadi pembangkit energi yang bekerja ketika kondisinya paling menguntungkan.

Efisiensi Termal 47,26 Persen, Angka yang Bikin Industri Melirik

Salah satu angka yang paling sering dibicarakan dari Geely Galaxy A7 EM adalah thermal efficiency 47,26 persen.

Buat orang awam, angka ini mungkin terdengar biasa saja.

Padahal di dunia teknik mesin, angka tersebut luar biasa tinggi.

Efisiensi termal menggambarkan seberapa besar energi dari bensin yang benar-benar berubah menjadi tenaga penggerak.

Sebagian besar mesin bensin konvensional hanya memiliki efisiensi sekitar 30 sampai 35 persen.

Artinya, lebih dari separuh energi bahan bakar justru hilang menjadi panas.

Toyota selama bertahun-tahun dianggap sebagai raja teknologi hybrid dengan efisiensi mesin sekitar 41 persen pada beberapa model. Bahkan banyak produsen global masih berkutat di kisaran 38 hingga 40 persen.

Geely Galaxy A7 kini mengklaim angka 47,26 persen, salah satu yang tertinggi untuk mesin hybrid produksi massal.

Kalau dianalogikan, bayangkan ada dua orang membawa uang Rp100 ribu.

Orang pertama hanya mampu memanfaatkan Rp35 ribu untuk membeli kebutuhan penting, sementara sisanya terbuang.

Orang kedua mampu memakai hampir Rp47 ribu untuk tujuan yang sama.

Selisih itu terlihat kecil di atas kertas, tetapi ketika dikalikan ribuan kilometer, hasilnya menjadi sangat besar.

Itulah mengapa konsumsi bahan bakar mobil ini bisa berada di kisaran 2 liter per 100 kilometer saat baterai berada pada kondisi hampir habis dalam pengujian resmi.

Motor Listrik Kini Tidak Lagi Sekadar Pelengkap

Generasi awal mobil hybrid menggunakan motor listrik lebih banyak sebagai pendamping mesin.

Pada teknologi terbaru Geely Galaxy A7, perannya jauh lebih besar.

Galaxy A7 EM memakai unit penggerak listrik 11-in-1 yang menggabungkan motor listrik, transmisi DHT satu percepatan, inverter, hingga beberapa komponen kelistrikan lain dalam satu paket yang lebih ringkas.

Motor listriknya sendiri mampu menghasilkan tenaga sekitar 175 kW atau sekitar 235 hp.

Desain seperti ini membuat perpindahan tenaga menjadi lebih efisien.

Semakin sedikit komponen yang harus dilewati energi, semakin kecil pula energi yang hilang.

Konsep tersebut sebenarnya mirip seperti seseorang yang mengirim file langsung lewat WiFi dibanding harus memindahkannya ke flashdisk dulu, kemudian ke laptop lain.

Semakin pendek jalur perpindahan, semakin cepat dan semakin sedikit energi yang terbuang.

AI yang Mengatur Kapan Mesin Harus Menyala

Bagian paling menarik justru bukan berada di mesin Galaxy A7 ataupun baterai.

Yang membuat Geely Galaxy A7 berbeda adalah software.

Thor AI Hybrid 2.0 terus membaca puluhan parameter kendaraan setiap detik.

Kecepatan mobil.

Posisi pedal gas.

Kemiringan jalan.

Kondisi baterai.

Konsumsi bahan bakar.

Sampai pola berkendara pengemudi.

Semua data itu diproses untuk menentukan sumber tenaga paling efisien pada setiap situasi.

Ketika mobil melaju santai di jalan datar, motor listrik mungkin bekerja sendiri.

Saat menyalip kendaraan lain, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersamaan.

Ketika menuruni bukit, sistem langsung mengubah energi pengereman menjadi listrik.

Semua perpindahan itu berlangsung otomatis tanpa terasa oleh pengemudi.

Di sinilah mobil modern mulai lebih menyerupai komputer berjalan dibanding kendaraan mekanis biasa.

Kalau dulu performa mobil ditentukan kapasitas mesin, sekarang software ikut menentukan seberapa irit kendaraan tersebut.

Baterai “Golden Brick” Jadi Pendukung Utama

Selain mesin baru, Geely juga membekali Galaxy A7 EM dengan baterai Aegis Golden Brick.

Baterai ini mampu memberikan jarak tempuh listrik murni hingga 235 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Angka tersebut sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan harian banyak orang.

Misalnya seseorang tinggal 25 kilometer dari kantor.

Perjalanan pulang-pergi hanya sekitar 50 kilometer.

Artinya, baterai penuh secara teori bisa dipakai hampir lima hari tanpa mesin bensin ikut bekerja, tentu tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

Namun fungsi utama baterai ini bukan sekadar memberikan mode EV.

Yang jauh lebih penting adalah menjadi penyimpan energi yang akan dipakai AI untuk menjaga mesin bensin selalu bekerja di titik paling efisien.

Dengan strategi tersebut, mesin tidak dipaksa bekerja keras setiap saat.

Sebaliknya, motor listrik akan mengambil alih ketika kondisi jalan lebih cocok menggunakan tenaga listrik.

Kenapa Geely Bisa Mengalahkan Toyota dan BYD?

Selama bertahun-tahun, kalau ngobrol soal mobil hybrid, nama Toyota hampir selalu muncul paling depan. Wajar saja, karena pabrikan asal Jepang itu sudah mengembangkan teknologi hybrid sejak akhir 1990-an melalui Toyota Prius. Belakangan, BYD juga ikut mengguncang pasar lewat teknologi DM-i yang terkenal sangat irit dan mampu menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer pada beberapa model.

Masuknya Geely Galaxy A7 dengan Thor AI Hybrid 2.0 membuat persaingan berubah menjadi jauh lebih menarik.

Kalau Toyota selama ini dikenal mengutamakan keandalan mesin dan efisiensi mekanis, sementara BYD fokus pada integrasi baterai Blade Battery dengan sistem DM-i, Geely memilih menggabungkan keduanya lalu menambahkan satu komponen penting, yakni kecerdasan buatan sebagai “otak” pengatur seluruh sistem tenaga.

Pendekatan ini membuat setiap komponen kendaraan tidak bekerja sendiri-sendiri. Mesin bensin, motor listrik, baterai, sistem pengereman regeneratif, hingga transmisi terus saling bertukar data. Hasilnya adalah distribusi energi yang jauh lebih presisi dibanding sistem hybrid generasi sebelumnya.

Dalam praktiknya, mobil tidak hanya mengetahui kapan harus memakai bensin atau listrik. Sistem juga memperkirakan kondisi jalan di depan, pola akselerasi pengemudi, hingga kebutuhan tenaga beberapa detik berikutnya agar energi tidak terbuang sia-sia.

Inilah yang mulai membedakan mobil hybrid generasi baru dengan hybrid generasi awal. Kalau dulu teknologi hybrid hanya menggabungkan dua sumber tenaga, sekarang kendaraan benar-benar mengelola energi layaknya komputer pintar.

Perbandingan Teknologi Hybrid Geely dengan Para Rival

Berikut gambaran sederhana mengenai beberapa teknologi hybrid yang saat ini banyak diperbincangkan di industri otomotif.

TeknologiGeely Thor AI Hybrid 2.0BYD DM-iToyota Hybrid SystemHonda e:HEV
Efisiensi termal mesin47,26%±46%±41%±41%
Jarak tempuh gabunganHingga 2.608 km (uji Guinness)Sekitar 2.000 km+ (beberapa model)Umumnya 900–1.200 kmSekitar 900–1.100 km
Plug-in HybridYaYaSebagian besar tidakSebagian besar tidak
AI pengelola energiYaTerbatasTerbatasTerbatas
Fokus utamaEfisiensi maksimal & softwareEfisiensi dan bateraiKeandalanPengalaman berkendara

Perlu dicatat bahwa angka tersebut berasal dari metode pengujian dan spesifikasi resmi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tabel ini lebih cocok digunakan sebagai gambaran perkembangan teknologi daripada membandingkan performa secara mutlak.

Yang menarik justru terlihat dari arah perkembangan industrinya. Hampir semua produsen kini mulai berlomba meningkatkan efisiensi software, bukan sekadar memperbesar kapasitas baterai.

Rekor 2.608 Kilometer Geely Galaxy A7, Apakah Bisa Dipakai Sehari-hari?

Ini mungkin menjadi pertanyaan yang paling sering muncul.

Jawabannya adalah bisa, tetapi tidak selalu akan sama.

Rekor Guinness yang dicetak Geely dilakukan dengan kondisi yang dikontrol secara ketat. Pengemudi menggunakan gaya berkendara hemat, kecepatan relatif stabil, tekanan ban sesuai rekomendasi, kondisi kendaraan prima, serta rute yang dirancang untuk pengujian.

Dalam penggunaan sehari-hari, banyak faktor yang membuat konsumsi energi berubah.

Kemacetan panjang, akselerasi mendadak, jalan menanjak, penggunaan AC maksimal, membawa banyak penumpang, hingga suhu udara ekstrem akan memengaruhi hasil akhirnya.

Namun bukan berarti angka tersebut hanya sekadar gimmick.

Kalau sebuah mobil mampu menempuh lebih dari 2.600 kilometer dalam kondisi terbaiknya, maka pada penggunaan normal pun efisiensinya tetap akan berada di atas rata-rata kendaraan konvensional.

Sebagai gambaran sederhana, kalau sebuah mobil bensin biasa mampu menempuh sekitar 12 hingga 15 kilometer per liter, mobil hybrid terbaru seperti Geely Galaxy A7 EM dapat menghasilkan efisiensi yang jauh lebih tinggi karena mesin tidak selalu menjadi sumber tenaga utama.

Dengan kata lain, mungkin pengguna sehari-hari tidak akan mencapai 2.608 kilometer, tetapi potensi penghematan bahan bakarnya tetap sangat signifikan.

Galaxy A7 Bukan Lagi Soal Mesin, Tapi Soal Software

Kalau diperhatikan, tren industri otomotif saat ini mulai mirip dengan perkembangan smartphone.

Dulu orang memilih ponsel berdasarkan ukuran prosesor atau kapasitas RAM.

Sekarang yang menentukan pengalaman pengguna justru software, kecerdasan buatan, dan optimasi sistem operasi.

Mobil juga mulai bergerak ke arah yang sama.

Mesin memang masih penting.

Motor listrik juga tetap berperan besar.

Namun yang membuat kendaraan terasa benar-benar efisien adalah kemampuan software mengatur kapan setiap komponen harus bekerja.

Thor AI Hybrid 2.0 menjadi contoh bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya dipakai untuk fitur parkir otomatis atau asisten suara, tetapi juga mengatur konsumsi bahan bakar hingga tingkat yang sebelumnya sulit dicapai.

Semakin pintar sistem membaca kondisi kendaraan, semakin sedikit energi yang terbuang.

China Kini Memimpin Perlombaan Teknologi Hybrid

Beberapa tahun lalu, banyak orang masih menganggap industri otomotif China hanya pandai membuat mobil dengan harga murah.

Pandangan tersebut mulai berubah cukup drastis.

Saat ini, produsen seperti Geely, BYD, Chery, hingga GWM tidak lagi sekadar mengejar produsen Jepang atau Eropa.

Mereka mulai menjadi pemimpin dalam beberapa bidang, terutama elektrifikasi dan teknologi hybrid.

Investasi besar-besaran pada baterai, motor listrik, semikonduktor, serta pengembangan software membuat perusahaan-perusahaan China mampu bergerak jauh lebih cepat dibanding banyak kompetitornya.

Geely sendiri bukan pemain baru. Perusahaan ini juga merupakan induk dari beberapa merek global seperti Volvo, Polestar, Lotus, Zeekr, Lynk & Co, hingga memiliki saham di Mercedes-Benz.

Artinya, teknologi yang dikembangkan Geely tidak berdiri sendiri. Banyak riset dilakukan bersama berbagai perusahaan otomotif kelas dunia sehingga proses inovasinya berlangsung lebih cepat.

Apakah Teknologi Hybrid Geely Berpeluang Masuk Indonesia?

Peluangnya cukup besar.

Pasar Indonesia saat ini sedang berada pada fase transisi menuju elektrifikasi. Namun kenyataannya, infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik belum merata di seluruh wilayah.

Di sinilah mobil plug-in hybrid memiliki peluang besar.

Pengguna tetap dapat menikmati berkendara menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian, tetapi tidak perlu khawatir ketika melakukan perjalanan jauh karena mesin bensin tetap tersedia.

Karakteristik tersebut sangat cocok dengan kondisi Indonesia yang memiliki wilayah luas, jaringan SPKLU yang masih berkembang, dan kebiasaan masyarakat melakukan perjalanan antarkota menggunakan kendaraan pribadi.

Kalau Geely memutuskan membawa teknologi Thor AI Hybrid 2.0 ke Indonesia, kemungkinan besar daya tarik utamanya bukan hanya konsumsi bahan bakar yang hemat.

Nilai jual terbesar justru berada pada kombinasi efisiensi, fleksibilitas, dan rasa aman karena pengemudi tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya.

Apalagi pemerintah Indonesia juga terus mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi melalui berbagai kebijakan dan insentif.

Hybrid Belum Mati, Justru Memasuki Masa Keemasan Baru

Beberapa tahun lalu banyak prediksi mengatakan mobil hybrid hanya akan menjadi teknologi sementara sebelum seluruh dunia beralih ke mobil listrik murni.

Faktanya ternyata tidak sesederhana itu.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih memiliki ruang inovasi yang sangat besar.

Efisiensi mesin terus meningkat.

Motor listrik semakin ringkas.

Baterai semakin aman.

Dan yang paling penting, kecerdasan buatan mulai mengambil peran utama dalam mengatur seluruh sistem tenaga kendaraan.

Geely Galaxy A7 EM menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana kombinasi berbagai teknologi tersebut mampu menghasilkan efisiensi yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Rekor 2.608,36 kilometer memang tidak berarti setiap orang akan selalu mendapatkan angka yang sama.

Namun pencapaian tersebut menunjukkan satu hal yang sangat penting.

Teknologi hybrid Geely Galaxy A7 masih jauh dari kata selesai.

Bahkan, bisa jadi masa terbaiknya justru baru dimulai sekarang.

Kesimpulan

Keberhasilan Geely Galaxy A7 EM mencetak rekor Guinness dengan jarak tempuh 2.608,36 kilometer bukan hanya soal angka yang fantastis. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa perkembangan mobil hybrid kini telah memasuki babak baru, di mana software dan kecerdasan buatan memiliki peran yang sama pentingnya dengan mesin maupun motor listrik.

Teknologi Thor AI Hybrid 2.0 pada Geely Galaxy A7 menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengoptimalkan seluruh sumber energi secara real time. Mesin beroperasi pada titik paling efisien, motor listrik mengambil alih ketika dibutuhkan, sementara baterai dan sistem pengereman regeneratif terus bekerja menjaga keseimbangan energi. Hasil akhirnya adalah konsumsi bahan bakar yang sangat hemat tanpa mengorbankan performa maupun kenyamanan.

Meski rekor 2.608 kilometer dicapai dalam kondisi pengujian resmi dan tidak selalu mencerminkan penggunaan harian, teknologi yang digunakan tetap menunjukkan arah masa depan industri otomotif. Persaingan kini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki mesin paling besar atau baterai paling besar, melainkan siapa yang mampu mengelola energi dengan paling cerdas.

Dengan perkembangan seperti ini, mobil hybrid tampaknya belum akan tergeser dalam waktu dekat. Justru, sebelum kendaraan listrik murni benar-benar mendominasi dunia, hybrid kemungkinan masih akan menjadi solusi paling realistis bagi banyak negara, termasuk Indonesia.


Referensi

Geely Auto Group. Geely Galaxy A7 EM-i Sets Guinness World Record for Longest Distance Traveled by a Hybrid Sedan
https://global.geely.com/Galaxy-A7

CarNewsChina. Geely Galaxy A7 EM-i PHEV Sets 2,608.36 km Guinness World Record
https://carnewschina.com/2026/07/09/geely-galaxy-a7-em-phev-sets-2608-360-km-world-record-powered-by-47-26-thermal-efficiency-engine/

Guinness World Records – Geely Galaxy A7 EM-i PHEV
https://www.guinnessworldrecords.com

Geely Global Technology – Galaxy A7
https://global.geely.com/Galaxy-A7