Ringkasan: PT Pertamina (Persero) mengumumkan sembilan pemenang Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2026 pada Kamis, 5 November 2026, di The Patra Bali. Mereka lolos dari 4.445 pendaftar yang berasal dari 764 perguruan tinggi di Indonesia dan dua kampus luar negeri. Dari daftar resmi, tiga pemenang datang dari Universitas Indonesia (hitungan redaksi).
Apa itu Pertamuda Seed and Scale 2026?

Pertamuda Seed and Scale adalah program kompetisi dan akselerasi bisnis untuk mahasiswa yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero). Edisi 2026 mengusung tema “Igniting Indonesia’s Entrepreneurial Future” dengan dua kategori: Early Stage Startup dan Energy Founder. Kategori kedua dibagi lagi menjadi Energy Optimization dan Energy Future.
Pendaftaran dibuka pada 20 Juli 2026, menurut JPNN. Pertamina menyebutnya kompetisi ide bisnis dan startup mahasiswa terbesar di Indonesia. Itu klaim penyelenggara, bukan hasil pengukuran independen.
Early Stage Startup ditujukan bagi startup mahasiswa yang sudah punya validasi awal dan potensi pasar. Energy Founder berfokus pada inovasi teknologi, keberlanjutan, dan solusi energi masa depan, menurut Investortrust. Program ini juga menerima solusi di bidang pertanian, kelautan, perikanan, dan teknologi digital.
Siapa Sembilan Inovator Muda yang Diumumkan Pertamina?

Sembilan pemenang terbagi rata ke tiga kategori, tiga pemenang per kategori. Daftar di bawah mengikuti rilis yang dimuat Warta Ekonomi pada 6 November 2026. Sumber yang kami baca tidak menyebut urutan juara, jadi tabel ini tidak menyatakan peringkat.
| # | Startup | Founder | Kampus | Kategori |
| 1 | Robotku School | Deltakristiano Kurniaputra | Universitas Indonesia | Early-Stage Startup |
| 2 | Apros | Raditia Damar Prasetyo | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | Early-Stage Startup |
| 3 | Aigra | Satriyo Imam Arifin Wahono | Universitas Negeri Surabaya | Early-Stage Startup |
| 4 | Popipo | Yudhistira Pranata Nusa | Institut Teknologi Bandung | Energy Founder: Energy Optimization |
| 5 | Spectamate | Moch. Aufa Dany Damario Sudjono | Universitas Indonesia | Energy Founder: Energy Optimization |
| 6 | Node Fabless Semiconductor Company | Ziauddin Dzilmi Yusuf | Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang | Energy Founder: Energy Optimization |
| 7 | Zero Pome | Kayla Kwok | Universitas Indonesia | Energy Founder: Energy Future |
| 8 | Aio PestGuard | Muhammad Raihan Ghani | Politeknik Elektronika Negeri Surabaya | Energy Founder: Energy Future |
| 9 | Aquasweep | Mirrabell Frederica Hadiwijono | University of Toronto, Kanada | Energy Founder: Energy Future |
Dua pemenang berasal dari kampus luar negeri: Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang dan University of Toronto di Kanada. Hal ini dicatat Tribun Flores, yang berlabel advertorial. Dalam daftar di atas, Universitas Indonesia memiliki tiga wakil, dan enam kampus lain masing-masing satu.
Ziauddin Dzilmi Yusuf mengatakan inovasinya diharapkan menjadi langkah awal industri cip buatan Indonesia dengan bahan baku dalam negeri. Ia juga mengaitkannya dengan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Itu harapan founder, bukan hasil yang sudah terbukti.
Bagaimana Seleksi dari 4.445 Pendaftar Menjadi 9 Pemenang?

Seleksi berjalan dalam enam tahap, dari kurasi administrasi sampai Final Pitch. Menurut Antara Bali, pendaftaran ditutup pada Minggu, 27 September 2026. Antara mencatat 4.445 pendaftar dari 764 kampus di 33 provinsi. Setelah itu, panitia melakukan kurasi dan elevator pitch.
| Tahap | Jumlah | Keterangan |
| Pendaftaran | 4.445 pendaftar | 764 kampus di Indonesia dan dua kampus luar negeri |
| Kurasi | Top 100 | Penyaringan awal |
| Elevator Pitch | Top 60 | Presentasi singkat |
| Bootcamp | 60 peserta | 30 Early Stage Startup dan 30 Energy Founder |
| Final Pitch | 15 finalis | Presentasi di depan lima juri |
| Awarding | 9 pemenang | Top 3 di tiap kategori |
Bootcamp digelar pada 1 sampai 6 November 2026 di The Patra Bali, menurut JPNN. Pertamina menyebut bootcamp memberi ruang menguji model bisnis, menerima masukan industri, dan menjajaki kerja sama serta pendanaan.
Dengan 9 pemenang dari 4.445 pendaftar, rasio kelolosannya sekitar 0,2 persen. Angka ini hitungan redaksi dari data resmi, bukan angka yang dirilis Pertamina.
Edisi 2025 punya struktur yang berbeda. UGM melaporkan 40 tim masuk bootcamp, 29 tim ke Demoday, dan 17 finalis ke Final Pitch. Jadi jumlah peserta tiap tahap tidak bisa dibandingkan langsung antartahun.
Siapa Juri dan Apa yang Didapat Pemenang?

Final Pitch dinilai lima juri lintas sektor, menurut Warta Ekonomi:
- Mohamad Roby Hervindo, Manager CSR Pertamina
- Ahmad Azhar, VP Technology Commercial & Implementation Pertamina
- Edric Chandra, pengurus Komite Kerja Sama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi APINDO
- Andrea Varriale, Director Startup Grind Indonesia
- Michelle Kamau, Program Manager Fowler GSIC University of San Diego
Pemenang Top 3 mendapat pendampingan, pengembangan kapasitas, akses pendanaan, dan jejaring kolaborasi. Mereka juga dihubungkan dengan ekosistem startup global, menurut Tribun Flores. VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut peluang dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah. Nilai pasti per pemenang tidak dirinci dalam sumber yang kami baca.
Pada edisi 2025, pemenang Top 3 juga mendapat kesempatan program bisnis ke luar negeri. Hal itu dilaporkan CNBC Indonesia. Pertamina belum menyebut apakah paket yang sama berlaku untuk 2026.
Seberapa Kuat Data Keberlanjutan Alumni Pertamuda?

Pertamina menyatakan tingkat keberlangsungan usaha alumni Pertamuda 2021 sampai 2025 mencapai 90 persen. Dasarnya studi penelusuran terhadap 179 startup finalis unik. Dari jumlah itu, 61 startup punya data yang bisa dianalisis mendalam, dan 55 di antaranya (90,16 persen) masih aktif atau berhasil pivot.
Data ini perlu dibaca dengan hati-hati. Angka 90 persen berasal dari 61 startup, sekitar 34 persen dari 179 finalis (hitungan redaksi). Startup yang datanya tersedia bisa jadi lebih mudah dilacak karena masih aktif. Angka ini juga menghitung startup yang pivot sebagai bertahan. Jadi ia belum menggambarkan seluruh alumni.
VP Stakeholder Relations & Management Pertamina, Rifky Rakhman Yusuf, menegaskan bahwa “kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja”. Ukurannya, katanya, adalah ilmu, jaringan, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program.
Contoh yang dicatat Antara Bali adalah Terangin, alumni 2025 asal ITS. Startup ini, menurut Antara Bali, lolos ke Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 di Amerika Serikat berkat inkubasi Pertamuda. Daftar pemenang 2025 yang dimuat Investortrust menempatkan Terangin di Top 3 Energy Future.
Apa Pelajarannya bagi Founder Mahasiswa?

Pelajaran terbesar dari tahapan seleksi: kemampuan presentasi menentukan di tiga dari enam tahap, yaitu elevator pitch, bootcamp, dan Final Pitch. Founder yang ingin ikut edisi berikutnya perlu melatih pitch yang ringkas dan berbasis data.
Struktur pitch deck 10 sampai 15 slide, dari problem sampai ask, kami bahas di panduan seni pitching startup dan strategi fundraising. Untuk peta pendanaan yang lebih luas, baca ulasan tentang lima modal ventura lokal yang aktif mendanai startup di 2026. Kami juga membahas mengapa investor startup 2026 kini menolak model bakar uang.
Bali juga jadi tuan rumah acara lain yang mempertemukan investor dan founder. Ringkasannya ada di ulasan Bali Tech Week yang mempertemukan startup dan investor.
Pertamina belum mengumumkan jadwal Pertamuda edisi berikutnya dalam sumber yang kami baca. Pantau kanal resmi penyelenggara untuk informasi pendaftaran.
Catatan Data dan Batasan
- Daftar pemenang bersumber dari rilis Pertamina yang dimuat media. Susunan daftar tidak dinyatakan sebagai urutan juara.
- Beberapa media melaporkan tahapan dengan istilah berbeda. Artikel ini mengikuti rincian Warta Ekonomi: 60 peserta bootcamp dan 15 finalis.
- Jadwal awal pendaftaran yang dilaporkan JPNN dan Investortrust adalah sampai 22 September 2026. Antara Bali melaporkan penutupan pada 27 September 2026.
- Klaim “terbesar di Indonesia” berasal dari Pertamina, bukan verifikasi independen.
- Angka 90 persen adalah klaim penyelenggara dengan cakupan data terbatas, seperti dijelaskan di atas.
- Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi.
FAQ: Pertamuda Seed and Scale 2026
Apa itu Pertamuda 2026?
Pertamuda Seed and Scale 2026 adalah kompetisi dan akselerasi bisnis mahasiswa dari PT Pertamina (Persero). Programnya memiliki kategori Early Stage Startup dan Energy Founder. Puncaknya, Final dan Awarding, digelar pada 5 November 2026 di The Patra Bali.
Berapa jumlah pendaftar Pertamuda 2026?
Pertamuda 2026 menerima 4.445 pendaftar dari 764 perguruan tinggi di Indonesia dan dua perguruan tinggi luar negeri. Angka kampus dan provinsi (33) dilaporkan Antara Bali.
Siapa saja sembilan pemenang Pertamuda 2026?
Early Stage Startup: Robotku School, Apros, Aigra. Energy Optimization: Popipo, Spectamate, Node Fabless Semiconductor Company. Energy Future: Zero Pome, Aio PestGuard, Aquasweep. Tabel di atas memuat nama founder dan kampusnya.
Apa hadiah untuk pemenang Top 3?
Pemenang mendapat pendampingan, pengembangan kapasitas, akses pendanaan, dan jejaring kolaborasi. Pertamina menyebut dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah. Nilai pasti per pemenang tidak dirinci dalam sumber yang kami baca.
Bagaimana tahapan seleksinya?
Seleksi dimulai dari kurasi Top 100, elevator pitch Top 60, dan bootcamp 60 peserta. Setelah itu 15 finalis tampil di Final Pitch, lalu sembilan pemenang Top 3 diumumkan.
