mstsgmo – Pasar mobil listrik Indonesia tampaknya belum akan mendapat kesempatan beristirahat. Setelah berbagai merek asal China berlomba menawarkan harga murah, fitur berlimpah, dan jarak tempuh yang semakin panjang, kini persaingan mulai bergeser ke teknologi baterai. Salah satu pemain yang bersiap meramaikan pertarungan tersebut adalah BYD Atto 2, SUV listrik kompak yang diproyeksikan membawa Blade Battery generasi kedua.
Mobil ini sudah diperlihatkan kepada media di Jakarta pada 14 Oktober 2026. BYD Indonesia juga memberikan sinyal bahwa model tersebut akan dipasarkan dengan teknologi Blade Battery 2.0 dan Flash Charging. Namun, sampai awal November 2026, jadwal peluncuran resmi, harga, dan spesifikasi final untuk Indonesia belum diumumkan. Liputan6.com+1
Yang membuat perhatian publik tertuju pada mobil ini bukan sekadar desain atau ukuran bodinya. BYD mengklaim teknologi baterai terbarunya mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit, bahkan mencapai 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi pengujian tertentu.
Angka tersebut terdengar seperti jawaban atas salah satu keluhan terbesar pengguna kendaraan listrik: menunggu pengisian daya terlalu lama.
Tetapi ada persoalan yang perlu dibahas sebelum konsumen terlalu cepat percaya. Klaim pengisian supercepat tidak otomatis berarti seluruh pemilik mobil bisa menikmati kemampuan serupa di setiap stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Teknologi baterai boleh semakin canggih, tetapi infrastruktur pengisian daya tetap menjadi penentu. Tanpa fasilitas yang sesuai, kemampuan tersebut berisiko hanya menjadi angka menarik dalam brosur pemasaran.
BYD Atto 2 Mulai Diperkenalkan, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?
BYD is bringing the all-electric Atto 2 to the UK and Europe | Top Gear
BYD Launches the Atto 2 Compact SUV in Europe With Revolutionary Blade Battery – autoevolution
2026 BYD Atto 2 Premium Review – carsales.com.au
6
Kehadiran BYD Atto 2 di Indonesia semakin mendekati kenyataan setelah perusahaan memperlihatkan unitnya dalam acara peluncuran Denza New D9 dan Z9 GT di Jakarta.
Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, menyampaikan bahwa perusahaan tengah mempelajari pasar SUV listrik kompak dan berupaya menghadirkan model tersebut secepat mungkin.
Menurut laporan detikOto pada 15 Oktober 2026, kendaraan ini diposisikan untuk mengisi segmen SUV listrik kompak yang berada di antara jajaran produk BYD yang sudah lebih dahulu dipasarkan. detikoto
Namun, pernyataan ingin segera meluncurkan produk tidak sama dengan pengumuman tanggal penjualan.
BYD Atto 2 memang telah ditampilkan, tetapi konsumen masih harus menunggu kepastian mengenai varian, kapasitas baterai, kelengkapan fitur, dan harga jual resmi.
Berpeluang Hadir di GJAW 2026?
Ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 20 November menjadi salah satu kesempatan potensial bagi BYD untuk memperkenalkan produk barunya.
Sejumlah laporan otomotif menyebut kemungkinan tersebut. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa BYD Atto 2 pasti diluncurkan dalam pameran tersebut. Oto
Perbedaan antara prediksi dan kepastian ini penting. Industri otomotif kerap dipenuhi rumor peluncuran yang akhirnya berubah karena pertimbangan produksi, distribusi, atau strategi pemasaran.
Apalagi BYD juga sedang mempersiapkan kemampuan produksi lokal. Peluncuran produk baru tentu perlu mempertimbangkan kesiapan pasokan dan layanan purnajual, bukan sekadar mencari momentum pemberitaan.
Apa Itu Blade Battery 2.0 yang Akan Digunakan BYD Atto 2?
BYD’nin Blade 2 bataryalarının teknik özellikleri ortaya çıktı | DonanımHaber
BYD Unveils 2nd Generation Blade Battery and FLASH Charging Technology
Neuer Supercharger von BYD mit mehr als 1.500 kW Ladeleistung | Carwow
8
Blade Battery 2.0 merupakan generasi kedua teknologi baterai kendaraan listrik yang dikembangkan BYD. Teknologi ini diperkenalkan secara resmi di Shenzhen, China, pada 5 Maret 2026.
Baterai tersebut masih menggunakan kimia lithium iron phosphate (LFP), tetapi mendapatkan pengembangan pada struktur elektroda, perpindahan ion lithium, pengelolaan panas, serta kemampuan menerima daya pengisian tinggi.
Menurut pengumuman resmi BYD, pengembangannya berlangsung sekitar enam tahun dan menghasilkan peningkatan kepadatan energi sebesar 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya. BYD
Untuk BYD Atto 2, teknologi ini berpotensi menjadi pembeda utama dibandingkan SUV listrik kompak lain yang masih mengandalkan kemampuan pengisian daya lebih konvensional.
Perbedaan Blade Battery Generasi Pertama dan Kedua
Blade Battery generasi pertama sudah dikenal karena menggunakan sel LFP dengan desain memanjang yang memungkinkan pemanfaatan ruang paket baterai secara efisien.
Generasi kedua tidak meninggalkan pendekatan tersebut, melainkan memperbaiki beberapa aspek teknis yang berkaitan dengan kecepatan pengisian dan pengendalian suhu.
| Aspek | Blade Battery generasi pertama | Blade Battery 2.0 |
|---|---|---|
| Kimia baterai | LFP | LFP |
| Kepadatan energi | Acuan awal | Diklaim meningkat 5% |
| Pengisian daya | Bergantung model kendaraan | Mendukung Flash Charging |
| Pengelolaan panas | Sistem termal generasi awal | Sistem termal yang dikembangkan |
| Degradasi kapasitas | Acuan awal | Diklaim berkurang 2,5% |
| Uji keselamatan | Termasuk uji penetrasi paku | Pengujian tambahan saat dan setelah pengisian cepat |
Perbandingan berdasarkan penjelasan teknologi BYD. Hasil pengisian daya tidak otomatis sama pada setiap kendaraan.
BYD juga menyebut penggunaan sistem perpindahan ion yang dinamakan FlashPass Ion Transport System.
Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan internal baterai. Secara sederhana, ion lithium dapat bergerak lebih cepat melalui komponen sel sehingga baterai mampu menerima arus pengisian besar dengan panas yang lebih terkendali.
Namun, peningkatan kemampuan teknis ini tidak berarti baterai menjadi kebal terhadap degradasi atau kerusakan.
Semua baterai lithium-ion tetap mengalami penuaan akibat waktu, temperatur, dan pola penggunaan.
Mengapa Teknologi LFP Masih Dipertahankan?
BYD memilih tetap menggunakan LFP karena karakteristik stabilitas termal dan biaya materialnya yang relatif kompetitif dibandingkan beberapa jenis baterai berbasis nikel.
Kelemahan LFP secara umum adalah kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan kimia tertentu seperti NMC.
Melalui Blade Battery 2.0, BYD berupaya meningkatkan performa tanpa meninggalkan keunggulan utama kimia tersebut.
Bagi BYD Atto 2, pendekatan ini masuk akal karena mobil diproyeksikan bermain di segmen yang sensitif terhadap harga.
Konsumen SUV listrik kompak biasanya tidak hanya mempertimbangkan akselerasi atau jarak tempuh. Biaya kepemilikan, umur baterai, dan kemudahan pengisian juga menjadi faktor penting.
Benarkah Blade Battery 2.0 Bisa Mengisi Daya dalam 5 Menit?
Klaim 10–70% SOC
5 menit
Dengan Flash Charging yang kompatibel
Klaim 10–97% SOC
9 menit
Pada kondisi pengujian BYD
Angka resmi teknologi Blade Battery 2.0 dan Flash Charging, bukan hasil uji independen BYD Atto 2 versi Indonesia. BYD
Klaim pengisian lima menit memang bukan sekadar rumor internet. BYD secara resmi mengumumkan kemampuan tersebut saat memperkenalkan teknologi generasi keduanya.
Dalam pengujian perusahaan, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit, sedangkan pengisian sampai 97 persen membutuhkan sembilan menit.
Bahkan pada temperatur minus 30 derajat Celsius, BYD mengklaim pengisian dari 20 persen hingga 97 persen dapat dilakukan dalam sekitar 12 menit.
Namun, ada satu hal yang sering luput dari pemberitaan: angka itu merupakan kemampuan sistem baterai dan pengisian yang diuji dalam kondisi tertentu, bukan jaminan untuk semua model mobil listrik BYD.
Flash Charging Membutuhkan Infrastruktur Khusus
BYD mengembangkan Flash Charger dengan keluaran daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor untuk spesifikasi pasar China.
Kapasitas tersebut jauh melampaui banyak fasilitas pengisian cepat DC konvensional.
Stasiun ini juga dapat dipadukan dengan sistem penyimpanan energi untuk membantu menyediakan daya besar tanpa seluruh kebutuhan puncak harus langsung dipasok jaringan listrik.
Untuk menikmati kemampuan pengisian maksimal, BYD Atto 2 membutuhkan perangkat pengisian yang kompatibel serta sistem kendaraan yang mendukung.
Jika mobil dihubungkan ke SPKLU dengan kemampuan daya lebih rendah, pengisian tentu mengikuti batas teknis sistem yang tersedia.
Artinya, pemilik kendaraan tidak bisa berharap setiap fasilitas pengisian publik langsung mampu mengisi baterai dalam lima menit.
Bagaimana dengan SPKLU di Indonesia?
Inilah persoalan yang lebih relevan bagi konsumen Indonesia dibandingkan sekadar angka pengujian laboratorium.
Jaringan SPKLU terus berkembang, tetapi kemampuan daya antarstasiun berbeda. Tidak semuanya menyediakan keluaran yang mendekati teknologi Flash Charging terbaru BYD.
Sampai saat ini, perusahaan belum mengumumkan secara terperinci jaringan Flash Charging 1.500 kW yang akan tersedia untuk konsumen Indonesia.
Karena itu, kehadiran BYD Atto 2 dengan baterai generasi kedua harus dilihat bersama kesiapan infrastrukturnya.
Mobil yang secara teknis mampu menerima pengisian sangat cepat tetap akan dibatasi oleh kemampuan charger yang digunakan.
Teknologi hebat tanpa ekosistem pendukung akhirnya hanya menghasilkan potensi yang belum dimanfaatkan.
Spesifikasi BYD Atto 2, SUV Listrik Kompak untuk Perkotaan
BYD Atto 2 Interior Layout & Technology | Top Gear
Dimensions BYD Atto 2 2026 Active 177 PS – Autotijd.be
Test Drive BYD Atto 2: Ηλεκτρικό με νόημα (vid) | gMotion by gazzetta
7
Di pasar China, kendaraan ini dikenal dengan nama Yuan Up. Model tersebut menggunakan platform kendaraan listrik e-Platform 3.0 yang dikembangkan BYD.
Dimensinya menempatkan mobil ini dalam kategori SUV kompak, dengan ukuran yang relatif praktis untuk penggunaan perkotaan.
Menurut informasi model Yuan Up terbaru yang dilaporkan detikOto, panjang bodinya mencapai 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dan jarak sumbu roda 2.620 mm. detikoto
Proporsi tersebut membuat BYD Atto 2 berpotensi menarik bagi konsumen yang menginginkan posisi duduk SUV tanpa harus menggunakan kendaraan berukuran besar.
Motor Listrik dan Pilihan Kapasitas Baterai
Versi Yuan Up yang dilaporkan di China menggunakan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 70 kW atau sekitar 94 daya kuda dan torsi 180 Nm.
Tersedia beberapa kapasitas baterai, termasuk 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh, dengan klaim jarak tempuh masing-masing sekitar 301 km, 401 km, dan 501 km berdasarkan pengujian CLTC.
Namun, spesifikasi tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai konfigurasi final BYD Atto 2 untuk Indonesia.
BYD belum mengumumkan varian mana yang akan dipasarkan secara resmi. Selain itu, angka jarak tempuh CLTC tidak sama dengan jarak tempuh yang pasti diperoleh dalam penggunaan sehari-hari.
Kecepatan berkendara, kondisi jalan, penggunaan AC, temperatur, dan beban kendaraan dapat memengaruhi konsumsi energi.
Interior Modern dengan Layar Putar
Bagian kabin mengusung pendekatan modern khas BYD, termasuk layar infotainment berukuran 12,8 inci yang dapat diputar secara vertikal maupun horizontal.
Panel instrumen digital berukuran 8,8 inci turut menjadi bagian dari konfigurasi model yang diperkenalkan di luar negeri.
Beberapa varian juga memiliki fitur bantuan berkendara dan kamera pemantau lingkungan kendaraan.
Meski demikian, kelengkapan fitur BYD Atto 2 untuk Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi.
Konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh fitur yang tersedia di China akan hadir pada varian lokal.
Strategi pemangkasan fitur untuk menyesuaikan harga bukan hal asing dalam industri otomotif.
Seberapa Aman Blade Battery 2.0 untuk Penggunaan Harian?
Keamanan baterai menjadi salah satu aspek yang terus ditekankan BYD dalam pengembangan produknya.
Menurut perusahaan, Blade Battery generasi kedua telah melewati sejumlah pengujian tambahan, termasuk uji penetrasi paku yang dilakukan bersamaan dengan proses Flash Charging.
BYD mengklaim tidak terjadi thermal runaway, asap, atau api dalam pengujian yang dilaporkan, termasuk setelah baterai menjalani 500 siklus Flash Charging.
Perusahaan juga menyampaikan hasil pengujian korsleting paksa pada empat sel sekaligus tanpa kebakaran atau ledakan, meskipun temperatur pengujian mencapai lebih dari 700 derajat Celsius. BYD
Hasil tersebut menarik, tetapi tetap harus dipahami sebagai hasil pengujian dengan prosedur tertentu.
Apakah Baterai Ini Tidak Bisa Terbakar?
Tidak ada dasar untuk menyatakan baterai kendaraan listrik sepenuhnya bebas risiko kebakaran.
LFP dikenal memiliki karakter stabilitas termal yang baik, tetapi sistem baterai tetap terdiri dari komponen listrik, pendinginan, pengendalian daya, dan struktur pelindung yang dapat mengalami kegagalan.
Karena itu, keamanan BYD Atto 2 tidak cukup dinilai dari jenis sel baterainya.
Desain paket baterai, sistem manajemen baterai, perlindungan tabrakan, dan kualitas produksi juga menentukan tingkat keselamatan kendaraan.
Pengujian independen dan pengalaman penggunaan jangka panjang tetap dibutuhkan untuk menilai performa keseluruhan sistem.
Bagaimana Pengaruh Pengisian Supercepat terhadap Umur Baterai?
Pengisian daya berkecepatan tinggi menghasilkan tantangan teknis karena arus besar dapat meningkatkan panas dan mempercepat mekanisme degradasi tertentu.
BYD menyatakan telah mengembangkan struktur elektroda dan sistem termal untuk mengurangi persoalan tersebut.
Perusahaan bahkan mengklaim degradasi kapasitas keseluruhan Blade Battery 2.0 berkurang sebesar 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.
Namun, data tersebut belum otomatis menjelaskan bagaimana kapasitas baterai akan bertahan setelah bertahun-tahun digunakan dalam berbagai kondisi Indonesia.
Untuk BYD Atto 2, informasi mengenai garansi baterai, batasan penggunaan Flash Charging, dan ketentuan perawatan akan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan ketika mobil resmi dipasarkan.
Berapa Perkiraan Harga BYD Atto 2 di Indonesia?
Harga resmi masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar.
Sejumlah laporan otomotif memperkirakan mobil ini berpotensi dipasarkan pada rentang Rp300 jutaan, tetapi angka tersebut belum dikonfirmasi BYD Indonesia.
Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang muncul di data Samsat Jakarta menunjukkan dua kode model dengan nilai Rp245 juta dan Rp281 juta.
Namun, NJKB bukan harga jual on the road. Nilai tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan harga yang akan dibayar konsumen di dealer. Oto
Posisi Harga di Antara Atto 1 dan Atto 3
BYD telah memiliki Atto 1 untuk segmen mobil listrik terjangkau dan Atto 3 untuk konsumen yang membutuhkan SUV dengan ukuran serta kemampuan lebih besar.
Kehadiran BYD Atto 2 berpotensi mengisi ruang di antara keduanya.
Jika dipasarkan dengan harga kompetitif, model ini dapat menarik konsumen yang merasa Atto 1 terlalu kecil, tetapi belum membutuhkan kendaraan sebesar Atto 3.
Namun, Blade Battery 2.0 juga dapat memengaruhi struktur biaya kendaraan.
Pertanyaannya, apakah BYD akan menjadikan teknologi tersebut sebagai keunggulan yang tetap terjangkau atau justru menggunakannya untuk membenarkan harga lebih tinggi?
Jawabannya baru akan terlihat ketika daftar harga resmi diumumkan.
BYD Atto 2 Bakal Menghadapi Persaingan SUV Listrik yang Semakin Ketat
Menjelang Peluncuran Jaecoo J5 EV, Diler Resmi Persiapkan SPKLU Fast Charging – kabaroto
MG S5 EV: Penantang Baru di Kelas Compact SUV Listrik – Banjarnegaraku
6
Pasar kendaraan listrik Indonesia sudah memiliki sejumlah model yang menawarkan kombinasi harga kompetitif, fitur keselamatan, dan desain modern.
Jaecoo J5 EV menjadi salah satu nama yang diperkirakan akan berhadapan langsung dengan model baru BYD. MG S5 EV juga berada dalam persaingan SUV listrik, sementara Geely EX2 menawarkan alternatif kendaraan listrik kompak dengan pendekatan harga berbeda.
Dalam kondisi tersebut, BYD Atto 2 tidak cukup hanya mengandalkan nama besar pabrikan.
Kecepatan Pengisian Bisa Menjadi Pembeda
Jika teknologi Flash Charging benar-benar tersedia secara luas, waktu pengisian yang jauh lebih singkat dapat menjadi keuntungan praktis.
Pengguna yang sering bepergian antarkota tentu akan merasakan manfaat apabila waktu berhenti untuk mengisi daya dapat dipersingkat secara signifikan.
Namun, manfaat tersebut baru nyata ketika tersedia jaringan pengisian kompatibel pada rute perjalanan.
Tanpa itu, BYD Atto 2 tetap harus bersaing menggunakan ukuran kabin, kenyamanan, efisiensi, harga, dan kualitas layanan purnajual.
Konsumen Indonesia tidak membeli teknologi baterai secara terpisah. Mereka membeli mobil yang harus dapat digunakan setiap hari.
Layanan Purnajual Tetap Menjadi Ujian
Ketersediaan bengkel, suku cadang, teknisi, dan penanganan klaim garansi merupakan faktor yang tidak kalah penting dibandingkan spesifikasi.
Teknologi baru dapat meningkatkan daya tarik produk, tetapi juga menuntut kesiapan tenaga servis.
Bagi BYD Atto 2, kepercayaan konsumen akan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan memberikan dukungan setelah kendaraan diserahkan.
Harga menarik mungkin berhasil mendatangkan pembeli pertama. Namun, pengalaman kepemilikan yang baik jauh lebih menentukan reputasi merek dalam jangka panjang.
Blade Battery 2.0 Bisa Mengubah Pasar, tetapi Infrastruktur Jangan Sampai Tertinggal
Pengembangan baterai generasi kedua menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik tidak lagi hanya berkutat pada kapasitas baterai atau jarak tempuh.
Kecepatan pengisian, pengelolaan panas, efisiensi, dan daya tahan mulai menjadi pembeda penting.
BYD Atto 2 berpotensi menjadi salah satu kendaraan yang membawa perubahan tersebut ke segmen SUV listrik kompak Indonesia.
Namun, ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperkenalkan baterai baru.
Mobil Semakin Canggih, Charger Harus Ikut Berkembang
BYD memiliki rencana membangun 20.000 stasiun Flash Charging di China hingga akhir 2026 dan memperluas jaringan secara internasional.
Pada 5 Maret 2026, perusahaan melaporkan telah memasang 4.239 stasiun Flash Charging di China. BYD
Rencana tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan membangun ekosistem, bukan sekadar menjual kendaraan.
Namun, jadwal dan skala pengembangan infrastruktur untuk Indonesia belum dijelaskan secara terperinci.
Tanpa investasi yang sebanding, keunggulan pengisian cepat berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna lokal.
Ini seharusnya menjadi perhatian bersama antara produsen kendaraan, operator SPKLU, dan pemangku kepentingan sektor energi.
Harga, Garansi, dan Pengalaman Nyata Akan Menentukan
Klaim pengisian daya lima menit memang mampu mencuri perhatian. Tetapi konsumen juga perlu mengetahui konsumsi energi sebenarnya, biaya pengisian, masa garansi, dan performa baterai setelah digunakan dalam jangka panjang.
BYD Atto 2 harus membuktikan bahwa teknologi yang dibawanya bukan hanya menarik dalam presentasi produk.
Pengujian independen di jalan Indonesia akan menjadi indikator lebih relevan dibandingkan angka yang diperoleh melalui standar pengujian luar negeri.
Terlebih lagi, kondisi lalu lintas padat, temperatur tropis, dan variasi kualitas infrastruktur dapat memberikan pengalaman penggunaan berbeda.
BYD Atto 2 dan Pertaruhan Teknologi Baterai Generasi Baru
Kehadiran BYD Atto 2 dapat menjadi momentum penting bagi pasar kendaraan listrik Indonesia, terutama apabila Blade Battery 2.0 benar-benar dipadukan dengan harga kompetitif dan dukungan pengisian daya memadai.
Teknologi baterai yang mampu menerima pengisian sangat cepat berpotensi mengurangi salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik.
Namun, industri otomotif sebaiknya tidak terlalu cepat merayakan klaim teknis sebelum konsumen dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Angka lima menit memang mengesankan. Tetapi waktu pengisian di dunia nyata akan dipengaruhi kemampuan kendaraan, kondisi baterai, dan ketersediaan stasiun pengisian yang kompatibel.
Bagi calon pembeli, BYD Atto 2 layak diperhatikan karena menawarkan kemungkinan peningkatan teknologi yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski demikian, keputusan membeli tetap harus menunggu kejelasan spesifikasi Indonesia, harga resmi, ketentuan garansi, serta pengujian penggunaan sehari-hari.
Sebab, revolusi mobil listrik tidak ditentukan oleh seberapa cepat sebuah perusahaan membuat klaim. Revolusi baru benar-benar terjadi ketika teknologi tersebut tersedia, dapat diandalkan, dan masuk akal secara ekonomi bagi penggunanya.
Kalau pengisian lima menit hanya bisa dinikmati di fasilitas tertentu yang sulit ditemukan, konsumen tetap harus menunggu seperti biasa. Bedanya, sekarang mereka menunggu sambil membawa mobil dengan teknologi yang jauh lebih mahal dan canggih.
Itulah ujian sesungguhnya bagi BYD: bukan sekadar membuat baterai yang lebih cepat diisi, melainkan memastikan kecepatan tersebut benar-benar berguna di jalanan Indonesia.
Referensi
BYD Global — BYD Unveils 2nd Generation Blade Battery and FLASH Charging Technology. Pengumuman resmi teknologi Blade Battery generasi kedua, kecepatan pengisian, peningkatan kepadatan energi, dan rencana pembangunan stasiun Flash Charging. 5 Maret 2026.
Baca sumber resmi BYD
BYD Media Centre — BYD Breaks Down Final Barriers to Electrification with Blade Battery 2.0 and FLASH Charging. Penjelasan teknis mengenai sistem FlashPass, pengujian keselamatan, degradasi baterai, dan infrastruktur pengisian 1.500 kW. 5 Maret 2026.
Baca penjelasan teknis BYD
detikOto — Pemanasan! BYD Pamerkan Atto 2 di Indonesia, Buat Lawan Siapa? Laporan mengenai penampilan Atto 2 di Jakarta, pernyataan manajemen BYD, dan spesifikasi Yuan Up di China. 15 Oktober 2026.
Baca laporan detikOto
Liputan6 — BYD Atto 2 Siap Meramaikan Pasar Indonesia, Ini Senjata Andalannya. Informasi mengenai rencana peluncuran, Blade Battery generasi kedua, dan Flash Charging untuk pasar Indonesia. 15 Oktober 2026.
Baca laporan Liputan6
Bisnis.com — BYD Bakal Luncurkan Atto 2, Ini Bocorannya. Pernyataan Presiden Direktur BYD Motors Indonesia mengenai rencana peluncuran dan teknologi baterai. 14 Oktober 2026.
Baca laporan Bisnis.com
OTO.com — BYD Indonesia Tampilkan Atto 2 Blade Battery 2.0, Mau Dijual Waktu Dekat! Informasi mengenai kemungkinan peluncuran, NJKB, fitur, dan estimasi posisi harga di Indonesia. 15 Oktober 2026.
Baca laporan OTO.com
Kemudi.id — Pakai Blade Battery Gen2, BYD Siap Kenalkan SUV Listrik Atto 2 Buat Pasar Indonesia. Liputan mengenai pengenalan produk, dimensi, teknologi baterai, dan rencana produksi lokal. 21 Oktober 2026.
Baca laporan Kemudi.id
