Ringkasan: Ajaib Group resmi mengumumkan pendanaan strategis senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, raksasa keuangan Jepang. Ini pendanaan terbesar untuk startup teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun, dan setara sekitar 80% dari total pendanaan yang diterima seluruh industri startup Indonesia sepanjang 2025.
Apa Itu Pendanaan Rp4,8 Triliun yang Diterima Ajaib?

Pendanaan Rp4,8 triliun adalah suntikan modal Seri C senilai US$270 juta dari SBI Holdings Jepang ke Ajaib Group, diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin, 31 Agustus 2026. Dana ini menjadikan Ajaib sebagai penerima investasi tunggal terbesar di kalangan startup teknologi Indonesia sejak 2022.
Mengapa Pendanaan Ini Penting bagi Ekosistem Startup Indonesia?

Momentum pendanaan ini datang di tengah pengetatan arus modal ke startup Indonesia. Menurut catatan yang dikutip Medcom.id, total pendanaan yang dihimpun startup Indonesia secara keseluruhan turun tajam dari US$9,44 miliar pada 2021 menjadi sekitar US$340 juta sepanjang 2025 — penurunan lebih dari 96% dalam empat tahun. Dengan latar belakang itu, nilai investasi Ajaib saja setara sekitar 80% dari total pendanaan seluruh industri startup Indonesia di tahun 2025, menurut laporan CNBC Indonesia dan Medcom.id.
Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa masuknya investasi ini menjadi bukti tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih tinggi, di tengah banyaknya pembicaraan soal arus modal asing yang keluar dari dalam negeri, sebagaimana dilaporkan ANTARA. Bagi ekosistem yang lebih luas, transaksi ini menjadi sinyal bahwa investor institusional besar masih melihat peluang jangka panjang di sektor teknologi finansial dan investasi ritel Indonesia — sesuatu yang relevan bagi pelaku modal ventura lokal yang mendanai startup tahap awal maupun founder yang tengah menyusun strategi penggalangan dana.
Data Kunci: Rincian Pendanaan Ajaib dari SBI Holdings

[Dirangkum dari laporan ANTARA, Kompas.com, CNBC Indonesia, Medcom.id, Liputan6.com, Infobanknews, dan Youngster.id — diverifikasi silang per 09 September 2026]
| Metrik | Nilai | Sumber | Periode |
|---|---|---|---|
| Nilai pendanaan | US$270 juta (~Rp4,8 triliun) | ANTARA, Kompas.com | Diumumkan 31 Agustus 2026 |
| Putaran pendanaan | Seri C | Liputan6.com | 2026 |
| Investor utama | SBI Holdings (Jepang) | Semua sumber | 2026 |
| Alokasi dana ke Indonesia | 90% dari total dana | Wartaekonomi.co.id | 2026 |
| Total modal terhimpun sejak berdiri | >US$500 juta (~Rp8,9 triliun) | Kompas.com, CNBC Indonesia | Kumulatif sejak 2019 |
| Porsi dari total pendanaan startup RI 2025 | ~80% | Medcom.id, CNBC Indonesia | 2025 |
| Total pendanaan startup RI 2025 | ~US$340 juta | Medcom.id | 2025 |
| Pengguna aktif Ajaib | 6-7 juta pengguna (mayoritas investor ritel) | Kompas.com, ANTARA | 2026 |
| Investor pasar modal Indonesia (SID) | 30,30 juta | Medcom.id | Per 7 Agustus 2026 |
Investor global lain yang sudah lebih dulu mendukung Ajaib tercatat meliputi Horizons Ventures, DST Global, dan Ribbit Capital, menurut laporan Youngster.id — menempatkan SBI Holdings sebagai investor strategis baru dalam jajaran pendukung institusional Ajaib.
Disclaimer: Artikel ini adalah rangkuman berita, bukan saran investasi — konsultasikan keputusan investasi Anda dengan perencana keuangan bersertifikat atau merujuk data resmi OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Untuk Apa Dana Rp4,8 Triliun Ini Akan Digunakan?
Komisaris Utama Ajaib Group memastikan 90% dari dana investasi akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis di dalam negeri, mencakup tiga area utama:
- Edukasi finansial: memperluas program literasi keuangan bersama sekolah, kampus, dan komunitas — sejalan dengan agenda nasional peningkatan inklusi keuangan.
- Pengembangan produk: memperluas akses instrumen keuangan global, termasuk saham luar negeri yang sebelumnya sulit diakses investor ritel Indonesia tanpa modal minimum besar di Singapura.
- Pengembangan talenta: memperkuat tim di dalam negeri, dengan penekanan pada kualitas talenta Indonesia yang menurut CEO Ajaib, Anderson Sumarli, setara dengan talenta terbaik dunia.
CEO Anderson Sumarli juga menyebut harapannya agar pendanaan ini membuka lapangan kerja berkualitas di sektor kecerdasan buatan, pusat data, dan blockchain, sebagaimana dikutip Infobanknews. Bagi startup tahap awal yang tengah menyiapkan materi pitching ke investor, pola alokasi dana Ajaib ini — fokus pada produk, talenta, dan edukasi pasar — bisa jadi rujukan konkret saat menyusun strategi penggalangan dana bisnis.
Apa Artinya bagi Startup Lain di Indonesia?
Pendanaan sebesar ini terjadi saat sikap investor terhadap startup Indonesia secara umum berubah signifikan dibanding periode 2021. Berikut yang perlu dipahami founder dan operator startup lain:
- Model “bakar uang” makin ditinggalkan. Investor kini lebih selektif dan menuntut jalur menuju profitabilitas yang jelas — pola ini sudah dibahas dalam analisis investor startup 2026 yang menolak model bakar uang.
- Kepercayaan investor terkonsentrasi pada model bisnis yang terbukti. Ajaib sudah beroperasi sejak 2019 dengan basis pengguna jutaan investor ritel — bukan startup tahap awal tanpa traksi.
- Sektor fintech dan investasi ritel tetap jadi magnet modal global, meski sektor lain mengalami pengetatan pendanaan, sejalan dengan tren startup unicorn Indonesia yang terus mencatat inovasi.
- Kesiapan compliance dan tata kelola jadi nilai jual. Konferensi pers pendanaan digelar langsung di Bursa Efek Indonesia — sinyal keterbukaan terhadap regulator yang relevan bagi startup di sektor keuangan.
Bagi startup di sektor lain yang sedang menyusun proposal ke investor, pengalaman Ajaib menunjukkan pentingnya menunjukkan traksi nyata dan kejelasan penggunaan dana — poin yang juga relevan bagi startup healthtech yang tengah menjajaki pendanaan dari investor.
FAQ — Pendanaan Ajaib Rp4,8 Triliun
Berapa nilai pendanaan yang diterima Ajaib?
Ajaib menerima pendanaan senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang, diumumkan 31 Agustus 2026.
Siapa yang mendanai Ajaib kali ini?
Investor utama dalam putaran ini adalah SBI Holdings, grup keuangan Jepang yang membawahi perusahaan sekuritas besar dan tercatat di Bursa Efek Tokyo. Investor sebelumnya termasuk Horizons Ventures, DST Global, dan Ribbit Capital.
Untuk apa dana ini akan digunakan Ajaib?
Sekitar 90% dana dialokasikan untuk operasional di Indonesia: 1) edukasi finansial, 2) pengembangan produk termasuk akses saham global, 3) pengembangan talenta dan tim di dalam negeri.
Apakah ini pendanaan terbesar untuk startup Indonesia?
Menurut sejumlah media termasuk CNBC Indonesia dan Kompas.com, ini adalah pendanaan terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir, dan setara sekitar 80% dari total pendanaan seluruh industri startup Indonesia sepanjang 2025.
Artikel ini disusun oleh tim redaksi berdasarkan rangkuman dan verifikasi silang laporan ANTARA, Kompas.com, CNBC Indonesia, Medcom.id, Liputan6.com, Infobanknews, Wartaekonomi.co.id, dan Youngster.id.
