Pempek di jaman dahulu hanya makanan untuk keluarga dari dapur rumahan akan tetapi di jaman sekarang,
pempek di jaman skrang berubah menjadi lahan pendorong ekonomi keluarga.
mejadikan usaha starup,

http://www.mstsgmo.com
Baca juga : Jam Operasional Tempat Hiburan di Negara-Negara Komunis: Regulasi, Ideologi, dan Dampak Sosial
Baca juga : Keindahan Alam Sumatera Utara Danau Toba
Baca juga : Film di Handphone Seru Tapi Perlu Bija
Dalam beberapa tahun terakhir, tren bisnis kuliner di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Generasi milenial dan Gen Z semakin tertarik untuk menjadi wirausahawan di bidang makanan dan minuman. Salah satu kunci keberhasilan bisnis kuliner saat ini adalah inovasi, branding yang kuat, serta pemanfaatan teknologi digital. Di tengah euforia kuliner modern, pempek—makanan khas Palembang yang terbuat dari campuran ikan giling dan tepung sagu—ternyata memiliki peluang besar untuk diangkat sebagai start-up kuliner kekinian.
Pempek bukan hanya sekadar makanan tradisional, melainkan produk yang sudah memiliki basis pasar kuat di seluruh Indonesia. Dengan sedikit sentuhan inovasi dan strategi digital, pempek dapat naik kelas menjadi bisnis modern yang kompetitif, bahkan berpotensi masuk ke pasar internasional.
Mengapa Pempek Punya Potensi Jadi Start-up Kekinian
Ada beberapa alasan kuat mengapa pempek layak dijadikan ide start-up kuliner:
- Familiaritas Produk
Hampir semua orang Indonesia mengenal pempek. Hal ini memudahkan pelaku usaha karena konsumen tidak perlu terlalu banyak diedukasi mengenai produk. Tinggal bagaimana pempek dikemas agar lebih menarik bagi pasar muda. - Rasa yang Fleksibel untuk Inovasi
Pempek memiliki banyak varian—kapal selam, lenjer, adaan, kulit, hingga keriting. Dari sisi kreativitas, peluang modifikasi terbuka lebar, misalnya pempek mini bites, pempek keju mozarella, pempek spicy level, atau pempek instan frozen yang bisa dimasak cepat di rumah. - Pasar Digital yang Luas
Konsumen muda cenderung membeli makanan lewat platform online seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Produk kuliner yang menarik secara visual dan viral di media sosial dapat menjangkau pasar lebih cepat dibandingkan metode konvensional. - Potensi Global
Kuliner khas Indonesia sedang naik daun di mancanegara. Pempek bisa dipasarkan dengan nama “Indonesian Fishcake” agar lebih mudah dikenali oleh konsumen luar negeri.
Strategi Membangun Start-up Pempek Kekinian

- Branding Modern dan Kreatif
Branding menjadi faktor penting untuk membedakan usaha pempek start-up dengan usaha tradisional. Nama dan logo harus sederhana, unik, dan mudah diingat. Misalnya, bukan sekadar “Pempek Bu Ani”, tetapi lebih kreatif seperti PempekKuy, Pempeklicious, atau Pempek Go!. Kemasan juga perlu diperhatikan. Generasi muda menyukai desain yang estetik, ramah lingkungan, dan instagramable. Pempek frozen bisa dikemas dalam kotak bergaya minimalis dengan label nutrisi yang jelas, sementara pempek siap makan dapat disajikan dengan packaging praktis untuk delivery order. - Digital Marketing yang Agresif
Media sosial menjadi senjata utama start-up kuliner. Konten video singkat di TikTok atau Instagram Reels bisa menampilkan proses pembuatan pempek, review pelanggan, atau ide menyantap pempek dengan cara unik. Kampanye digital ini dapat diperkuat dengan kolaborasi bersama food influencer atau kreator konten. Selain itu, optimasi marketplace juga penting. Pempek frozen bisa dijual melalui Shopee, Tokopedia, atau website resmi dengan sistem pre-order. - Model Bisnis Inovatif
- Cloud Kitchen: Tidak perlu membuka restoran fisik, cukup dapur produksi yang melayani pesan antar melalui aplikasi online.
- Subscription Box: Konsumen bisa berlangganan paket pempek frozen setiap minggu atau bulan.
- Franchise Digital: Membuka peluang bagi reseller atau mitra usaha yang ingin bergabung dengan sistem distribusi online.
- Pemanfaatan Teknologi
Start-up pempek dapat memanfaatkan teknologi untuk efisiensi bisnis. Misalnya, aplikasi manajemen stok dan pesanan, sistem pembayaran cashless, hingga penggunaan data analytics untuk memahami tren konsumen.

Tantangan yang Dihadapi
Meski peluang besar, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
- Persaingan Ketat
Banyak pelaku usaha pempek, baik tradisional maupun modern. Solusinya adalah diferensiasi melalui rasa, inovasi produk, atau branding yang kuat. - Distribusi Produk Frozen
Untuk pempek beku, masalah utama adalah pengiriman jarak jauh. Sistem logistik dingin (cold chain) perlu diterapkan agar kualitas tetap terjaga. - Regulasi dan Standar Kesehatan
Sertifikasi halal, izin BPOM, atau PIRT perlu diurus agar produk bisa dipercaya konsumen. - Edukasi Pasar Internasional
Pempek perlu diperkenalkan dengan nama dan konsep yang mudah dipahami pasar global, seperti “Indonesian Fishcake with Spicy Sauce”.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Start-up pempek bukan hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif:
- Memberdayakan UMKM Lokal
Bahan baku pempek, terutama ikan dan tepung sagu, bisa dipasok dari nelayan dan petani lokal, sehingga meningkatkan ekonomi daerah. - Membuka Lapangan Kerja
Start-up kuliner membutuhkan tenaga produksi, tim pemasaran digital, hingga kurir pengiriman. Ini berarti ada kesempatan kerja baru bagi masyarakat. - Melestarikan Kuliner Nusantara
Dengan mengemas pempek menjadi produk modern, generasi muda tetap bisa mencintai makanan tradisional tanpa merasa kuno. - Meningkatkan Daya Saing Indonesia
Pempek yang masuk ke pasar global akan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di kancah internasional.