Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia 2026


Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 adalah TransTrack, Niriksagara, dan Solusi247/Wakatobi AIS — tiga startup teknologi terpilih dari lebih dari 130 inovasi dalam Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 (Kementerian Ekraf, Desember 2025). Ketiganya akan menjalani program akselerasi dan pilot project sepanjang 2026 untuk mempercepat transformasi mobilitas, infrastruktur, dan keselamatan transportasi Indonesia.


Apa Itu Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026?

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia 2026

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 adalah tiga startup teknologi terbaik — TransTrack, Niriksagara, dan Solusi247/Wakatobi AIS — yang terpilih melalui Ekraf Tech Innovation Challenge 2025. Kompetisi ini diselenggarakan Kementerian Ekraf dan menyaring lebih dari 130 inovasi berbasis AI dan IoT untuk menjawab tantangan mobilitas nasional (Kementerian Ekraf, Desember 2025).

Indonesia menghadapi tantangan mobilitas yang kompleks: biaya logistik tinggi, urbanisasi pesat, dan keselamatan transportasi yang perlu ditingkatkan. Di sinilah peran ekonomi kreatif (ekraf) berbasis teknologi menjadi krusial. Ekraf Tech Summit 2025 — yang berlangsung pada 16–17 Desember 2025 di Hotel Pullman Jakarta — menjadi titik temu para inovator, investor, startup, dan pemangku kepentingan pemerintah untuk bersama mempercepat transformasi mobilitas nasional.

Dari lebih dari 130 inovasi yang masuk, terpilih 10 kandidat terbaik berbasis AI, IoT, dan teknologi digital — kemudian disaring menjadi tiga inovasi unggulan yang berhak mengikuti program akselerasi dan pilot project pada 2026.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan bahwa infrastruktur dan mobilitas tidak cukup hanya bertumpu pada beton dan baja, tetapi juga memerlukan data, desain, dan teknologi yang berpusat pada kreativitas manusia.

Poin kunci:

  • Tiga pemenang terpilih dari 130+ inovasi nasional (Kementerian Ekraf, Desember 2025).
  • Fokus pada solusi AI, IoT, dan teknologi digital untuk transportasi dan mobilitas cerdas.
  • Program akselerasi dan pilot project berjalan sepanjang 2026.

Mengapa Ekraf Tech Innovation Challenge Penting untuk Indonesia?

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia 2026

Indonesia menghadapi tantangan besar: urbanisasi cepat, biaya logistik tinggi, isu keselamatan transportasi, dan dampak lingkungan. Ekraf Tech Innovation Challenge hadir sebagai solusi ekosistem yang menghubungkan inovator, pemerintah, dan investor. Menurut Menko AHY (Desember 2025), diperlukan pendekatan mobility beyond infrastructure yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan pengalaman pengguna.

Ekraf Tech Innovation Challenge hadir sebagai jembatan nyata: menghubungkan inovator dengan investor dan kebijakan pemerintah secara langsung dalam satu forum terintegrasi.

Menurut data Kementerian Ekraf (Januari 2026), startup on-demand di Indonesia telah menciptakan sekitar 588 ribu lapangan kerja dan memberikan tambahan pendapatan rumah tangga hingga Rp33,2 triliun. Sektor startup berbasis kecerdasan buatan (AI) juga mencatat nilai investasi sekitar US$542,9 juta pada 2024 — angka yang membuktikan kepercayaan investor global terhadap potensi inovasi Indonesia.

Ekraf Tech Summit 2025 menghadirkan kolaborasi lintas sektor dalam kerangka hexahelix: pemerintah, pelaku bisnis, investor, akademisi, komunitas, dan media. Forum ini menjadi platform untuk mengenali tantangan mobilitas cerdas, menampilkan inovasi teknologi kreatif, dan memperkuat konektivitas antara startup, investor, dan pemangku kepentingan.

Poin kunci:

  • Startup Indonesia ciptakan 588 ribu lapangan kerja (Kementerian Ekraf, Januari 2026).
  • Investasi AI startup Indonesia capai US$542,9 juta pada 2024 (Kementerian Ekraf, 2026).
  • Program ini menghubungkan inovator, pemerintah, dan investor dalam kerangka hexahelix.

Siapa Saja Top 3 Ekraf Tech Mobilitas 2026?

Tiga pemenang Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 adalah: (1) TransTrack — solusi manajemen armada berbasis AI & IoT; (2) Niriksagara — analitik data infrastruktur jalan; dan (3) Solusi247/Wakatobi AIS — teknologi keselamatan maritim nelayan Indonesia. Ketiganya dipilih Kementerian Ekraf dari 130+ inovasi berdasarkan relevansi solusi dan potensi dampaknya (Kemenekraf, Desember 2025).


1. TransTrack — Digitalisasi Manajemen Armada Berbasis AI & IoT

TransTrack adalah startup tech-enabler yang berfokus pada digitalisasi operasional armada kendaraan melalui dua produk utama: Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator. Solusi mereka memanfaatkan AI, IoT, dan analitik data real-time untuk meningkatkan efisiensi armada, keselamatan pengemudi, dan konektivitas rantai pasok secara terintegrasi.

Didirikan pada 2019 oleh Anggia Meisesari (CEO) dan Aris Pujud Kurniawan (Co-Founder & CTO), TransTrack telah mencatat pertumbuhan yang luar biasa. Menurut siaran pers resmi TransTrack (Agustus 2024), perusahaan berhasil menutup putaran pendanaan Seri A senilai US$12 juta (setara Rp185 miliar) yang dipimpin oleh Eurazeo dan Cocoon Capital, dengan ekspansi resmi ke Singapura (berlisensi IMDA).

Saat ini TransTrack melayani lebih dari 1.400 pelanggan dengan 200.000+ langganan aktif di 135 kota di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Australia, diperkuat oleh 300+ profesional, 3 sertifikasi ISO, dan 18 hak kekayaan intelektual terdaftar.

Fakta kunci TransTrack:

  • Pendanaan Seri A: US$12 juta (Agustus 2024), dipimpin Eurazeo & Cocoon Capital.
  • 1.400+ pelanggan, 200.000+ langganan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia.
  • Mampu meningkatkan produktivitas armada 40% dan memangkas biaya operasional 30%.
  • Kantor resmi di Singapura (IMDA-licensed); rencana ekspansi ke Thailand, Vietnam, Australia, Arab Saudi.

2. Niriksagara — Transformasi Infrastruktur Jalan Berbasis Data

Niriksagara adalah startup data analytics yang berfokus pada pengambilan keputusan untuk prioritas perbaikan infrastruktur jalan di Indonesia. Menurut Ryan Agatha, Co-Founder Niriksagara.id (Desember 2025), tujuan mereka adalah membantu pemerintah dan pemangku kepentingan menghadirkan kebijakan berbasis data yang lebih akurat, sehingga investasi infrastruktur memberi manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Solusi Niriksagara sangat relevan dengan kondisi Indonesia, di mana kualitas infrastruktur jalan antardaerah masih sangat bervariasi. Dengan teknologi pemantauan dan analisis data jalan, Niriksagara memungkinkan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur secara lebih tepat sasaran — menggantikan estimasi manual dengan keputusan berbasis data faktual yang terukur dan akuntabel.

Fakta kunci Niriksagara:

  • Solusi analitik data untuk prioritas perbaikan infrastruktur jalan secara tepat sasaran.
  • Membantu pemerintah menggantikan estimasi manual dengan keputusan berbasis data faktual.
  • Relevan untuk seluruh daerah di Indonesia dengan variasi kualitas infrastruktur jalan.

3. Solusi247/Wakatobi AIS — Penjaga Keselamatan Nelayan Indonesia

Solusi247 adalah perusahaan teknologi informasi dan data yang berdiri sejak tahun 2000, berfokus pada pemrosesan data skala besar dan sistem teknologi tinggi. Produk unggulan mereka adalah Wakatobi AIS dengan perangkat terbaru bernama NESANTARA (akronim dari ‘Nelayan Nusantara’).

NESANTARA dikembangkan untuk meningkatkan keselamatan nelayan Indonesia dengan melacak posisi kapal secara real-time dan mentransmisikan sinyal darurat otomatis saat nelayan dalam kondisi bahaya di laut. Wakatobi AIS adalah perangkat AIS Class B portabel yang dikembangkan bersama Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi — hasil inovasi murni anak bangsa.

Keunggulan Wakatobi AIS dibanding perangkat AIS konvensional: ukuran kecil dan portabel, menggunakan baterai isi ulang, instalasi di kapal hanya 7–10 menit, dan harga jauh lebih terjangkau. Perangkat ini juga dilengkapi distress button dan location tagging untuk memudahkan tim SAR menemukan nelayan yang hilang. Wakatobi AIS telah diimplementasikan di kapal nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Serang, Banten (KKP, via IDN Times).

Fakta kunci Solusi247/Wakatobi AIS:

  • AIS Class B portabel khusus nelayan: kecil, ringan, baterai isi ulang, instalasi 7–10 menit.
  • Dilengkapi distress button dan location tagging untuk memudahkan operasi SAR.
  • Dikembangkan bersama LPTK Wakatobi (KKP) — inovasi teknologi murni dari Indonesia.
  • Harga diklaim 50–70% lebih murah dibanding AIS Class B konvensional di pasaran.

Bagaimana Program Akselerasi Top 3 Berjalan di 2026?

Menurut Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan (Desember 2025), inovasi tidak boleh berhenti pada konsep. Para pemenang Ekraf Tech Top 3 akan mengikuti program akselerasi dan pilot project nyata sepanjang 2026, dengan dukungan ekosistem hexahelix yang melibatkan pemerintah, investor, akademisi, industri, komunitas, dan media.

Setelah terpilih sebagai pemenang Ekraf Tech Innovation Challenge 2025, ketiga startup ini tidak berhenti pada pengakuan semata. Program akselerasi dirancang untuk memastikan inovasi dapat disempurnakan, diuji, dan diperluas dampaknya secara nyata di 2026. Kementerian Ekraf berperan sebagai orkestrator dan katalis dalam ekosistem hexahelix ini.

Pada Januari 2026, Kementerian Ekraf menggelar audiensi dengan East Ventures — salah satu modal ventura terkemuka di Asia Tenggara — untuk mendorong investasi ke startup berbasis creative tech dan kekayaan intelektual Indonesia. Kolaborasi ini menandakan komitmen serius pemerintah dalam memperkuat akses pendanaan bagi para inovator, termasuk para pemenang Ekraf Tech Top 3.

Poin kunci:

  • Program akselerasi dan pilot project berjalan sepanjang 2026 (Kementerian Ekraf, Desember 2025).
  • Kerangka hexahelix memastikan dukungan lintas sektor: pemerintah, investor, akademisi, industri.
  • Kementerian Ekraf aktif memfasilitasi akses ke investor, termasuk East Ventures (Januari 2026).

Apa Dampak Ekraf Tech Top 3 terhadap Mobilitas Indonesia?

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 memberi dampak nyata di tiga sektor utama: transportasi darat (TransTrack), infrastruktur jalan (Niriksagara), dan keselamatan maritim (Solusi247/Wakatobi AIS). Ekraf Tech Summit 2025 menegaskan ekonomi kreatif dan teknologi sebagai the new engine of growth menuju pembangunan Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Transportasi darat: Solusi TransTrack membantu perusahaan logistik dan armada kendaraan beroperasi lebih efisien. Implementasi solusi mereka terbukti meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan armada hingga 40% sekaligus memangkas biaya operasional — termasuk lembur, bahan bakar, dan total jarak tempuh — hingga 30% (TransTrack, 2024).

Infrastruktur jalan: Niriksagara memungkinkan pemerintah daerah mengambil keputusan perbaikan jalan berbasis data faktual — bukan perkiraan manual. Ini berpotensi mengoptimalkan alokasi anggaran infrastruktur secara signifikan dan meningkatkan keselamatan jutaan pengguna jalan di seluruh Indonesia.

Keselamatan maritim: Solusi247/Wakatobi AIS memberikan perlindungan nyata bagi jutaan nelayan Indonesia yang setiap hari menghadapi risiko kecelakaan di laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat membutuhkan solusi seperti ini untuk menekan angka kecelakaan laut yang masih tinggi.

Poin kunci:

  • TransTrack: efisiensi logistik nasional, +40% produktivitas armada, -30% biaya operasional.
  • Niriksagara: keputusan infrastruktur berbasis data, anggaran lebih tepat sasaran.
  • Solusi247/Wakatobi AIS: keselamatan nelayan Indonesia di laut terbuka.
  • Ekosistem mobilitas Indonesia makin kompetitif dan inklusif menuju 2030.

Baca Juga Rahasia Edtech Indonesia Booming Cuan 2026


FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026?

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 adalah tiga startup pemenang Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 — yaitu TransTrack, Niriksagara, dan Solusi247/Wakatobi AIS. Ketiganya dipilih Kementerian Ekraf dari lebih dari 130 inovasi nasional dan akan menjalani program akselerasi serta pilot project sepanjang 2026 untuk memperluas dampak solusi mobilitas mereka bagi Indonesia (Kementerian Ekraf, Desember 2025).

Mengapa TransTrack masuk Top 3 Ekraf Tech Innovation Challenge?

TransTrack masuk Top 3 karena solusi manajemen armada berbasis AI dan IoT-nya langsung menjawab tantangan inefisiensi logistik Indonesia. Rekam jejak yang kuat juga menjadi faktor: pendanaan Seri A US$12 juta (Agustus 2024), dipimpin Eurazeo dan Cocoon Capital, serta ekspansi ke Singapura, Malaysia, dan Australia membuktikan kematangan bisnis yang siap untuk scale-up nasional maupun regional.

Apa solusi Niriksagara untuk mobilitas Indonesia?

Niriksagara menghadirkan solusi analitik data infrastruktur jalan yang membantu pemerintah dan pemangku kepentingan memprioritaskan perbaikan jalan secara tepat sasaran. Menurut Co-Founder Ryan Agatha (Desember 2025), teknologi ini menggantikan estimasi manual dengan analisis data faktual, sehingga investasi infrastruktur memberikan manfaat maksimal dan alokasi anggaran lebih akuntabel.

Apa keunggulan Solusi247/Wakatobi AIS untuk nelayan Indonesia?

Wakatobi AIS adalah perangkat AIS Class B portabel hasil inovasi anak bangsa yang dirancang khusus untuk nelayan kecil Indonesia. Keunggulannya: ukuran kecil, baterai isi ulang, instalasi hanya 7–10 menit, dan harga 50–70% lebih murah dari AIS konvensional. Dilengkapi distress button dan location tagging, perangkat ini memungkinkan tim SAR segera menemukan nelayan yang hilang atau dalam kondisi darurat di laut.

Siapa saja yang terlibat dalam program Ekraf Tech Summit 2025?

Ekraf Tech Summit 2025 diselenggarakan oleh Kementerian Ekraf bekerja sama dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko AHY). Forum ini melibatkan kerangka hexahelix: pemerintah (sebagai orkestrator), pelaku bisnis dan investor (termasuk modal ventura), akademisi, komunitas startup, regulator (OJK), serta media — semua bersinergi untuk mendorong adopsi teknologi kreatif dalam mobilitas nasional.

Kapan program akselerasi Ekraf Tech Top 3 Mobilitas 2026 dimulai?

Menurut Kementerian Ekraf (Desember 2025), program akselerasi dan pilot project untuk ketiga pemenang berjalan sepanjang tahun 2026. Kementerian Ekraf juga aktif memfasilitasi akses ke investor, seperti yang terlihat dari audiensi dengan East Ventures pada Januari 2026.

Bagaimana cara startup Indonesia bisa ikut Ekraf Tech Innovation Challenge?

Ekraf Tech Innovation Challenge terbuka bagi seluruh inovator di Indonesia. Informasi resmi tersedia di techsummit.ekraf.go.id. Peserta menyerahkan inovasi berbasis AI, IoT, atau teknologi digital yang menjawab tantangan mobilitas dan transportasi nasional. Dari 130+ inovasi yang masuk di 2025, hanya 10 kandidat terbaik yang maju ke final, dan 3 terpilih sebagai pemenang.


Kesimpulan

Ekraf Tech Top 3 Mobilitas Indonesia Maju 2026 — TransTrack, Niriksagara, dan Solusi247/Wakatobi AIS — adalah bukti nyata bahwa inovasi teknologi lokal Indonesia siap menjawab tantangan mobilitas nasional yang kompleks. Dengan dukungan penuh Kementerian Ekraf melalui program akselerasi, akses pendanaan lewat hexahelix, dan kolaborasi aktif dengan investor, ketiga startup ini berpeluang membawa dampak besar bagi transportasi darat, infrastruktur jalan, dan keselamatan maritim Indonesia sepanjang 2026 dan seterusnya.


Referensi

  1. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). (2025, Desember 22). 3 Startup Mobilitas Terpilih Jadi Top Ekraf Tech Innovation Challenge 2025. Youngster.id
  2. Liputan6.com. (2025, Desember 17). Menko AHY Targetkan Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Inovasi Mobilitas Indonesia
  3. Holopis.com. (2025, Desember 22). Tiga Startup Terbaik Raih Penghargaan di Ekraf Summit 2025 Jakarta
  4. TransTrack. (2024, Agustus–September). TransTRACK Closes Series A Funding — US$12 Million
  5. IDN Times. (2023). Wakatobi AIS: Perangkat AIS Class B untuk Keselamatan Nelayan Indonesia.
  6. Ekraf Tech Summit. (2025). Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 — Official Site
  7. KabarSDGs / Kementerian Ekraf. (2026, Januari). Perkuat Akses Pendanaan, Kementerian Ekraf Dorong Investasi Creative Tech dengan East Ventures

Artikel ini disusun oleh tim redaksi mstsgmo.com yang aktif meliput perkembangan startup, inovasi teknologi, dan ekonomi kreatif Indonesia.